Dapatkan diskon sebesar 10 % , untuk pelatihan bulan Oktober sd Desember 2017 minimal kirim 2 peserta, tempat Hotel Arya Duta (Hyatt Regency) Jalan Sumatera Bandung Harga normal rp 6.300.000. Untuk DIKLAT Yang Membutuhkan pelatihan dengan judul sesuai permintaan DIKLAT dapat menghubungi kami Minimal 7 Orang peserta


 

Perancangan Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi Berdasarkan Prinsip 3P (Pay for Person, Pay for Position and Pay for Performance)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2014-02-19 : 2014-02-21 / Tempat : Hyat-Regency Hotel Bandung / Dilihat : 1506 kali

Latar Belakang

Setiap organisasi perusahaan perlu menarik dan memelihara kesejahteraan SDM perusahaan dalam memasuki era globalisasi. Mereka perlu diupayakan agar selalu memiliki komitmen dan motivasi yang tinggi dalam memberikan kontribusinya kepada perusahaan.


Konsep Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi (Competency Based Pay) merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) atau Competency Based Human Resource Management (CB-HRM). Sistem kompensasi berbasis kompetensi ini secara tegas dapat lebih menarik dan lebih menghargai para pegawai yang berkemampuan di atas rata-rata, mereka yang banyak berkontribusi dan termasuk para “knowledge workers” (specialist). Sistem ini dikenal memberikan rasa keadilan internal yang lebih memuaskan, memotivasi pegawai untuk lebih produktif dan meningkatkan kemampuannya, serta lebih mudah dan fleksibel terhadap perubahan anggaran belanja pegawai dan pendapatan perusahaan.

 

State the art” dari sistem kompensasi ini disarankan untuk dikembangkan di perusahaan swasta dan BUMN yang ingin memperbaiki sistem penggajian lamanya agar lebih adil, lebih memotivasi dan lebih mudah dikelola. Sehubungan dengan hal tersebut, jajaran manajemen SDM dan bagian perencanaan/pengembangan perusahaan dan unit bisnis perlu mengenal konsep dan langkah-langkah pengembangan Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi ini.

 

 

Tujuan

1.      Memperkenalkan konsep sistem penggajian baru, yaitu Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi dalam MSDM-BK.

2.      Memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang langkah-langkah yang diperlukan dalam mengembangkan Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi.

3.      Menambah wawasan sehingga manajemen mampu memilih strategi implementasi yang paling efektif dan efisien serta dapat memberikan komitmen pada pengimplementasiannya.

 

Metoda

Instruktur dalam pelatihan ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 50% dari waktu yang tersedia, selebihnya 50% dari waktu akan digunakan untuk diskusi, latihanperancangan sistem kompensasi berbasis kompetensi.

 

 Materi dan Sasaran

 

1.      Pengantar Sistem Kompensasi dan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi: memberikan pemahaman tentang historis konsep sistem kompensasi dalam MSDM-BK dan praktek Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi secara mendalam, serta perbedaanya dengan konsep dan praktek sistem penggajian konvensional serta kaitannya dengan strategi perusahaan dalam persaingan global.

2.      Konsep Sistem Kompensasi: memberikan penjelasan dan uraian berbagai konsep kompensasi dan bagian-bagian utamanya.

3.      Analisis Kompetensi Jabatan: menjelaskan konsep dan memberikan pemahaman tentang proses yang diperlukan untuk menyusun dokumen kebutuhan kompetensi jabatan yang akan dijadikan dasar penyusunan Kompensasi.

4.      Evaluasi Kompetensi Jabatan: menjelaskan issue, strategi, metoda dan proses penilaian dan pengukuran kompetensi yang dibutuhkan jabatan-jabatan dalam organisasi.

5.      Pengembangan Tabel Kompensasi: menjelaskan langkah-langkah cara mengembangkan tabel kompensasi yang dapat digunakan untuk menentukan kompensasi pegawai.

6.      Pemeliharaan Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi: menjelaskan upaya yang perlu dilakukan agar sistem yang dikembangkan selalu dapat memenuhi kebutuhan rasa keadilan (internal) dan berdaya saing dibanding dengan kesempatan di luar perusahaan.

7.      Strategi Implementasi: menjelaskan langkah-langkah yang dapat diambil untuk meyakinkan stakeholder sampai dengan terimplementasinya Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi.

 

JADWAL PELATIHAN


Hari 1 :

1.      Pengantar Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi dan MSDM-BK

2.      Konsep Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi

3.      Struktur dan Faktor Sistem Kompensasi berbasis kopetensi

4.      Latihan

5.      Rancangan uraian jabatan dan kebutuhan kompetensi jabatan

6.      Penyusunan uraian jabatan dan kebutuhan kompetensi jabatan

7.      Latihan

Hari 2 :

1.      Rancangan dan administrasi evaluasi kompetensi jabatan

2.      Penentuan tabel tingkat upah pegawai

3.      Latihan

Hari 3 :

1.      Evaluasi model sistem kompensasi berbasis kompetensi

2.      Langkah-langkah implementasi

3.      Latihan



joined training



Pelatihan: Analisis Beban Kerja & Perhitungan Kebutuhan Jumlah SDM (Human Resource Planning)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2014-04-23 : 2014-04-25 / Tempat : Hyat-Regency Hotel Bandung Jl.Sumatra No.51 Bandung / Dilihat : 1353 kali

 

Latar Belakang

 

Krisis keuangan global yang melanda diberbagai belahan dunia, berdampak pada sektor perekonomian di sejumlah negara. Bagaimana strategi yang tepat dalam menyikapi krisis global untuk memenuhi perencanaan kebutuhan SDM?  Persaingan dunia usaha meningkat sedemikian rupa, sehingga hanya organisasi bisnis yang mampu beroperasi secara efisienlah yang dapat bertahan dan berkembang. Selain tuntutan agar setidaknya mampu bertahan atau bahkan berkembang dalam persaingan, efisiensi organisasi bisnis juga merupakan syarat mutlak bagi usaha untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Efisiensi ini dapat dicapai dengan pemanfaatan sumber daya (resources) yang dimiliki oleh perusahaan secara optimal, termasuk didalamnya Sumber Daya Manusia (SDM). Sehubungan dengan optimalisasi pemanfaatan sumber daya manusia (SDM), diperlukan Perencanaan SDM (Human Resource Planning) yang baik.

 

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan para praktisi dan manajemen untuk dapat melakukan pengukuran dan analisis beban kerja baik fisik maupun mental sehingga efisiensi organisasi bisnis perusahaan dapat meningkatkan kinerjanya.

 

Tujuan

  1. Memberikan pemahaman menyeluruh tentang Perencanaan SDM (Human Resource Planning) baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
  2. Memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang konsep beban kerja dan jenis-jenis beban kerja yang mungkin muncul dalam suatu aktivitas pekerjaan dan organisasi perusahaan.
  3. Memberikan keterampilan dan contoh-contoh yang diperlukan dalam melakukan pengukuran dan analisa baik beban kerja mental maupun fisik.
  4. Memberikan pemahaman, pengetahuan dan ketrampilan dalam menentukan kebutuhan jumlah SDM yang dibutuhkan organisasi perusahaan secara efektif dan efisien.

                    

Metoda

Pelatihan akan dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi teori (40%) dan contoh/studi kasus berupa aplikasi metode pengukuran beban kerja (60%).

 

Materi PELATIHAN

1.                 Perencaaan SDM dan Konsep Beban Kerja

SDM perlu direncanakan sejalan dengan visi, misi, dan budaya yang ingin dibangun serta strategi bisnis perusahaan. Keselarasan semua ini menjadi kunci, untuk itu secara kuantitatif analisis beban kerja perlu dilakukan agar biaya operasi perusahaan selalu optimal.  Beban kerja merupakan konsekuensi dari pelaksanaan aktivitas organisasi yang diberikan kepada seseorang/pekerja. Aktivitas seseorang pada dasarnya dapat dibedakan antara aktivitas fisik dan aktivitas mental. Dalam praktek, beban kerja yang dijumpai merupakan kombinasi antara beban kerja fisik dan beban kerja mental. Hal ini mudah dipahami karena pada dasarnya semua aktivitas merupakan kombinasi dari aktivitas fisik dan aktivitas mental, dengan salah satu aktivitas yang lebih dominan dibandingkan dengan aktivitas yang lainnya.

 

Pekerja dalam suatu perusahan pada dasarnya dapat dibedakan atas tenaga kerja langsung (blue collar worker) dan tenaga kerja tidak langsung (white collar worker) misalnya tenaga kerja pada level manajerial. Untuk mengukur beban kerja pada kedua jenis tenaga kerja di atas diperlukan metode pengukuran beban kerja yang berbeda. Selain itu, dalam materi ini dibahas pula konsep waktu kerja berkaitan dengan beban kerja.

           

2.                 Beban kerja mental

 

Beban kerja mental relatif lebih sulit untuk dilakukan dan dikuantifikasi dibandingkan dengan beban kerja fisik. Hal ini dikarenakan beban kerja mental lebih menyangkut pada hal psikologis yang seringkali susah diamati. Namun beberapa metode untuk mengukur beban kerja mental telah mulai dikembangkan pada beberapa tahun terakhir. Metode untuk mengukur beban kerja mental dapat diklasifikasikan atas metode obyektif dan metode subyektif. Dalam metode obyektif, beban kerja mental diukur dengan melihat berbagai kriteria fisiologis pekerja. Sedangkan dalam metode subyektif, pengukuran beban kerja mental didasarkan pada persepsi pekerja dengan justifikasi pengukuran. Dalam pelatihan ini akan dibahas metode pengukuran beban kerja mental baik secara obyektif maupun subyektif. Beberapa metode pengukuran beban kerja mental subyektif yang akan dibahas dalam pelatihan ini diantaranya metoda SWAT dan NASA TLX.

 

3.                 Beban kerja fisik

 

Konsep beban kerja fisik pertama kali dikemukakan oleh Frederick W. Taylor. Beban kerja fisik ditimbulkan oleh pekerjaan yang didominasi oleh aktivitas fisik. Beban kerja fisik relatif lebih mudah diukur untuk tenaga kerja langsung karena adanya output yang mudah terukur. Namun pengukuran beban kerja fisik dapat pula diterapkan untuk tenaga kerja tidak langsung dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Dalam materi ini akan dijelaskan penggunaan formulir-formulir yang diperlukan dalam pengukuran sampai dengan interpretasi hasil pengukuran. Aplikasi pengukuran beban kerja fisik di beberapa perusahaan akan disajikan di bagian akhir sebagai studi kasus dan latihan.

 

 

 

4.                 Langkah-langkah implementasi

Dalam sesi ini akan didiskusikan langkah-langkah yang diperlukan dan harus dilakukan dalam implementasi pengukuran beban kerja.

Langkah-langkah yang dimaksud adalah:

-         Langkah/tahap Pra Pengukuran

Meliputi semua persiapan yang diperlukan dalam pengukuran, termasuk studi pendahuluan, penyiapan form pengukuran, serta sosialisasi dan pelatihan bagi karyawan/pekerja yang akan diukur beban kerjanya.

-          Tahap Pengukuran

Meliputi metode dan cara pengambilan data dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan selama melakukan pengukuran.

-          Tahap Pasca Pengukuran

Setelah pengukuran selesai dilakukan, diperlukan uji dan pengolahan data secara statistik untuk mendapatkan data yang valid dan representatif. Dalam tahap ini dikemukakan pula metode untuk analisis dan interpretasi data pengukuran.

 

INSTRUKTUR

 

Dr. Ir. Joko Siswanto, MPA dan Tim

Kelompok Keahlian Manajemen Industri ITB

Jl. Ganeca 10 Bandung 40132

E-mail: j.siswanto@ti.itb.ac.id



joined training



PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASIS KOMPETENSI

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2017-05-03 : 2017-05-05 / Tempat : Hyatt Regency Bandung Jl. Sumatera no 51 Bandung. (tentative) / Dilihat : 1121 kali

 



joined training



Pengembangan Alat Ukur Asesmen Kompetensi Individu

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2014-09-10 : 2014-09-12 / Tempat : Hotel Hyatt Regency Jl. Sumatera Bandung (tentative) / Dilihat : 1098 kali

Latar Belakang

Setiap organisasi perusahaan perlu membangun SDM yang profesional dan berkompetensi tinggi yang akan menjadi pusat keunggulan perusahaan sekaligus sebagai pendukung daya saing perusahaan dalam memasuki era globalisasi. Sesuai dengan perubahan pasar global, setiap pegawai organisasi perusahaan unggul perlu memiliki kompetensi yang tinggi sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pekerjaannya.

 

Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) atau Competency Base Human Resource Management (CB-HRM) menawarkan pendekatan baru yang dapat menterjemahkan tuntutan kebutuhan kompetensi perusahaan kedalam kebutuhan kompetensi jabatan dan kebutuhan kompetensi individu (pegawai). Dengan pendekatan MSDM-BK ini banyak fungsi Management SDM yang semula sulit untuk dilakukan, menjadi lebih mudah dan praktis, seperti analisis kebutuhan pelatihan penjengangan dan kebutuhan pelatihan individu, penyusunan jalur karir, rencana karir pegawai, pengelompokan/penyederhanaan jabatan, dsb. yang semuanya disusun berdasarkan tingkat kebutuhan kompetensi.

 

Sehubungan dengan hal tersebut, jajaran manajemen dan para tenaga ahli profesional/spesialis fungsi Sumber Daya Manusia perlu dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan untuk dapat melakukan mengimplementasikan konsep MSDM-BK di lingkungan organisasi perusahaan.

 

Tujuan

1.       Memperluas wawasan para peserta tentang konsep Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) atau “Competency Based Human Resource Management” (CB-HRM) dalam kaitannya dengan Manajemen SDM Perusahan.

2.       Memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada para peserta tentang konsep kompetensi dan pengukuran kompetensi yang dimiliki individu pemegang jabatan.

3.       Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta tentang metoda pengukuran tingkat kompetensi individu, dengan menerapkan beberapa metoda pengukuran, seperti metoda panel, 360 derajat, kuesioner dan wawancara perilaku.

4.       Meningkatkan pengetahuan dan melatih ketrampilan peserta dalam mengadaptasikan/memodifikasi alat ukur tingkat kompetensi individu sesuai dengan kebutuhan/karakteristik perusahaan.

 

 

Materi dan Sasaran

1.       Pengantar Manajemen SDM Berbasis Kompetensi (MSDM-BK): memberikan pemahaman tentang historis konsep dan praktek Manajemen SDM Berbasis Kompetensi secara mendalam, serta perbedaanya dengan konsep dan praktek manajemen SDM konvensional.

2.       Konsep Kompetensi: memberikan penjelasan dan uraian berbagai konsep kompetensi dan bagian-bagian utamanya, berikut dengan aplikasinya dalam MSDM-BK

3.   “Kompetensi Inti”  dan “Kompetensi Pendukung” Organisasi: memberikan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengidentifikasikan kompetensi “inti” dan kompetensi “pendukung” untuk suatu organisasi .

4.  Alat Ukur Kompetensi Idividu: memperkenalkan alat ukur kuesioner dan teknik wawancara yang dapat digunakan untuk menentukan kompetensi individu.

5. Adaptasi Alat Ukur Kompetensi: memberikan dasar-dasar pengetahuan dan ketrampilan untuk melakukan adaptasi dan modifikasi alat ukur sehingga dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

6.       Pengukuran Kebutuhan Kompetensi (Uji Coba): memperkenalkan dan mengujicobakan pemakaian alat ukur kompetensi di antara para peserta.

7.     Analisa Kebutuhan Kompetensi Jabatan: memberikan ketrampilan menganalisa hasil

8.  Metoda Pengukuran Kompetensi Individu: memperkenalkan berbagai metoda pengukuran kompetensi individu.


MATERI DAN SASARAN

1.    Diagnosis Organisasi

2.    Perancangan Intervensi Pengembangan Organisasi

3.    Intervensi Tekno-Struktural : Proses Bisnis & Organisasi

4.    Intervensi Manajemen Sumber Daya Manusia  : Strategic HRM, Sistem Seleksi, Sistem HRD, Sistem Manajemen Kinerja, dan Sistem Kompensasi

5.    Intervensi Proses Sumber Daya Manusia : Perilaku Organisasi

 

INSTRUKTUR

 Dr. Ir. Joko Siswanto, MPA dan Tim

 Kelompok Keahlian Manajemen Industri ITB

Jl. Ganeca 10 Bandung 40132

E-mail: j.siswanto@ti.itb.ac.id

               j.siswanto@asb.co.id

 

BIAYA PELATIHAN

 Biaya Pelatihan Sebesar Rp 5.800.000,00 ( Lima juta delapan ratus ribu  rupiah ) per orang termasuk materi kit, makan siang dan snack selama pelatihan, dan sertifikat.

 

 PENDAFTARAN DAN INFORMASI PELATIHAN

 Pendaftaran dan informasi pelatihan dapat dilakukan pada setiap hari Senin - Jumat  pada jam 9:00 – 16:00 WIB melalui

 Telp.      : (022) 7107074 (office), 70276478 (mobile)

 Fax.        : (022) 7103237

 Hp        : 083820067974

Contact Person : Nella

 Email    : asb@asb.co.id

 On-line : www.asb.co.id

  

PEMBAYARAN PELATIHAN

Pembayaran dapat dilakukan melalui

·         Tunai pada hari pertama penyelenggaraan pelatihan

·         Transfer ke Rekening

PT APLIKASI SISTEM BISNIS

BANK  : Mandiri KC Bandung Suropati

No Rek                : 131-00-0441230-2



joined training



Perancangan Kebutuhan Pelatihan Berbasis Kompetensi

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2014-10-08 : 2014-10-10 / Tempat : Hotel Hyatt Regency Jl. Sumatera Bandung (tentative) / Dilihat : 855 kali

Latar Belakang

Pelatihan Berbasis Kompetensi adalah pengembangan SDM yang memperhatikan pengetahuan, ketrampilan, perilaku dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan tugasnya dengan baik (produktif dan menyenangkan). Tujuan dari penentuan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi adalah agar program-program pelatihan yang diselenggarakan perusahaan dapat mencapai sasaran yang efisien dan efektif, dalam arti setiap program pelatihan benar-benar mampu mengembangkan pegawai sehingga dapat memenuhi tingkat kompetensi yang dibutuhkan jabatan yang dipegangnya.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi merupakan bagian dari Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi yang telah menjadi keharusan bagi organisasi perusahaan yang mengimplementasikan ISO 9000 versi 2000. Pada sisi lain, penentuan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi ini juga penting untuk menunjang sistem perencanaan karir perusahaan. Melalui Pelatihan berbasis kompetensi diharapkan para pegawai dapat mengatasi “gap” kompetensi yang dimilikinya dan kompetensi yang dituntut oleh jabatan secara efisien, sehingga perusahaan dapat menempatkan orang pada posisi jabatan dan/atau tim yang tepat pada saat yang tepat (‘the right person at the right place at the right time’).

 

 

Tujuan

Pelatihan penentuan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi ini secara khusus dirancang untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan serta keterampilan para peserta dalam membangun Sistem Pelatihan Berbasis Competency (“Competency Based Training”). Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu menjadi “internal consultant” di bidang “training need analysis” berbasis kompetensi.

 

 Materi dan Sasaran

1.       Review Manajemen SDM Berbasis Kompetensi, Kebutuhan kompetensi jabatan dan Jalur karir jabatan.

2.       Pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Individualized learning, group learning, competency based training program).

3.       Identifikasi gap kompetensi individu dan kebutuhan pelatihan individu

4.       Identifikasi gap kompetensi kelompok jabatan dan kebutuhan pelatihan penjenjangan.

5.       Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk Individu dan Pelatihan Penjenjangan.

6.       Teknologi Pelatihan Berbasis Kompetensi.

7.       Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Pelaksanaan Pelatihan.


MATERI DAN SASARAN

1.    Diagnosis Organisasi

2.    Perancangan Intervensi Pengembangan Organisasi

3.    Intervensi Tekno-Struktural : Proses Bisnis & Organisasi

4.    Intervensi Manajemen Sumber Daya Manusia  : Strategic HRM, Sistem Seleksi, Sistem HRD, Sistem Manajemen Kinerja, dan Sistem Kompensasi

5.    Intervensi Proses Sumber Daya Manusia : Perilaku Organisasi


INSTRUKTUR

Dr. Ir. Joko Siswanto, MPA dan Tim

Kelompok Keahlian Manajemen Industri ITB

Jl. Ganeca 10 Bandung 40132

E-mail: j.siswanto@ti.itb.ac.id

               j.siswanto@asb.co.id

 

BIAYA PELATIHAN

Biaya Pelatihan Sebesar Rp 5.800.000,00 ( Lima juta delapan ratus ribu  rupiah ) per orang termasuk materi kit, makan siang dan snack selama pelatihan, dan sertifikat.


 

PENDAFTARAN DAN INFORMASI PELATIHAN

Pendaftaran dan informasi pelatihan dapat dilakukan pada setiap hari Senin - Jumat  pada jam 9:00 – 16:00 WIB melalui

Telp.      : (022) 7107074 (office), 70276478 (mobile)

Fax.        : (022) 7103237

Hp        : 083820067974

Contact Person : Nella

Email    : asb@asb.co.id

On-line : www.asb.co.id


 PEMBAYARAN PELATIHAN

Pembayaran dapat dilakukan melalui

·         Tunai pada hari pertama penyelenggaraan pelatihan

·         Transfer ke Rekening

PT APLIKASI SISTEM BISNIS

BANK  : Mandiri KC Bandung Suropati

No Rek                : 131-00-0441230-2



joined training



Audit Manajemen SDM : Pendekatan Diagnostik

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2015-03-04 : 2015-03-06 / Tempat : Hotel Hyatt Regency Jl. Sumatera Bandung (tentative) / Dilihat : 724 kali

Latar Belakang

 Dalam manajemen, tugas-tugas “audit” pada  mulanya hanya dikenal  dalam lingkungan akutansi. Dalam perkembangan organisasi perusahaan  yang semakin global dan modern, audit kegiatan organisasi  tidak hanya terbatas pada bidang akutansi keuangan saja  tetapi kedalam  berbagai aspek dalam  organisasi. Karena untuk meningkatkan  effektivitas dan  produktivitas organisasi  maka pada setiap   aspek dan fungsi organisasi memerlukan kegiatan audit yang valid dan tidak memihak.

Salah satu audit yang belakangan ini dirasarakan kebutuhannya adalah “Human Resources Management Audit” atau  Audit Manajemen Sumber Daya Manusia atau disingkat Audit MSDM.

LINGKUP KERJA  AUDIT MSDM

Audit  MSDM dapat didefinisikan secara umum sebagai : “Proses pengkajian  untuk mengetahui  seberapa jauh  kebijakan, strategi dan praktek/operasional manajemen SDM organisasi perusahaan telah sesuai dan dinilai memuaskan terutama oleh para pegawai perusahaan ”

Titik berat Audit MSDM di sini adalah pengecekan atau pengujian secara sistematis  terhadap seluruh praktek kegiatan  MSDM  baik secara  divisional  atau  keseluruhan  organisasi  Perusahaan.

PENTINGNYA AUDIT MSDM

Banyak alasan penting  mengapa  Audit MSDM  sangat penting untuk dilaksanakan, beberapa diantaranya adalah:

Kegiatan MSDM  secara langsung  akan berdampak  kepada produktivitas  dan efektivitas  organisasi.

Setiap pengeluaran  biaya untuk pegawai merupakan biaya Perusahaan, yang pada akhirnya menentukan daya saing bisnis perusahaan.

Kegiatan MSDM  secara langsung berdampak pengembangan kualitas SDM itu sendiri, dan

Kegiatan MSDM berkaitan erat dengan aspek legal yaitu hukum, perundang-undangan  dan peraturan-peraturan ketenagakerjaan yang harus dipatuhi oleh pegawai dan organisasi perusahaan.

Secara umum kegitan audit MSDM ini ingin mengetahui seberapa jauh tujuan dari manajemen SDM  telah diterjemahkan  ke dalam seluruh kegiatan  MSDM    dalam Perusahaan  untuk mendorong pencapaian  target  Perusahaan.

Tujuan

 Setelah mengikuti pelatihan dua hari ini diharapkan peserta pelatihan mampu menjadi “Internal Consultant” untuk melakukan kegiatan “Audit MSDM”, melaporkan dan memberikan saran masukan kepada Manajemen misalnya tentang perbaikan-perbaikan Kebijakan, Strategi dan Taktik operasional Menejemen SDM di Perusahaan, jika ada.

Metoda

Instruktur dalam pelatihan top eksekutif ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 60% dari waktu yang tersedia, selebihnya 40 % dari waktu akan digunakan untuk diskusi, praktek uji coba dan formulasi strategi implementasi.

Materi

Konsep Pendekatan Diagnostik dalam MSDM

Pendekatan Audit MSDM.

Materi dan instrumen Audit MSDM

Pengolahan Data dan Analisis Audit MSDM dengan Pendekatan Diagnostik

Strategi Pelaporan dan Penyususunan Laporan Audit MSDM

 

Agenda

Hari ke-1 (08:00 - 16:00)

·        Konsep Strategic HRM dan membangun sumber keunggulan bersaing perusahaan yang berkelanjutan

·        Pendekatan Strategic HRM dan Penyelarasan Strategi Bisnis Korporasi

·        Diskusi dan Pembahasan Kasus

 

Hari ke-2 (08:00 - 16:00)

·         Alternatif pilihan instrumen Manajemen SDM dan implikasi strategis dan jangka panjangnya.

·         Perencanaan Implementasi

 

Hari ke-3 (08:00 - 16:00)

·        Pengembangan konsep strategi manajemen SDM terpadu

·        Diskusi dan Penyusunan Rencana Strategic bidang SDM

·        Pengenalan Aplikasi MSDM-BK Terpadu

Instruktur

Dr. Ir. Joko Siswanto, MPA dan Tim.

Kelompok Keahlian Manajemen Industri – ITB

Jl. Ganeca 10 Bandung 40132   

E-mail: j.siswanto@ti.itb.ac.id

 

Biaya Pelatihan

Biaya Pelatihan Sebesar Rp 6.300.000,00 (enam juta tiga ratus ribu rupiah) per orang termasuk materi kit, makan siang dan snack selama pelatihan, dan sertifikat.

 

Pendaftaran dan Informasi Pelatihan

 Pendaftaran dan informasi pelatihan dapat dilakukan pada setiap hari Senin - Jumat  pada jam 9:00 – 16:00 WIB melalui

Telp.                         : 022-7107074 (office), 081222698228

Fax.                           : 022-7103237

Contact Person :  Lusi & Dea

Email                        : asb@asb.co.id

On-line                   : www.asb.co.id

 



joined training



Perancangan Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi Berdasarkan Prinsip 3P (Pay for Person, Pay for Position and Pay for Performance)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2015-02-25 : 2015-02-27 / Tempat : Hotel Hyatt Regency Jl. Sumatera Bandung (tentative) / Dilihat : 667 kali

Latar Belakang

Setiap organisasi perusahaan perlu menarik dan memelihara kesejahteraan SDM perusahaan dalam memasuki era globalisasi. Mereka perlu diupayakan agar selalu memiliki komitmen dan motivasi yang tinggi dalam memberikan kontribusinya kepada perusahaan.

Konsep Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi (Competency Based Pay) merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) atau Competency Based Human Resource Management (CB-HRM). Sistem kompensasi berbasis kompetensi ini secara tegas dapat lebih menarik dan lebih menghargai para pegawai yang berkemampuan di atas rata-rata, mereka yang banyak berkontribusi dan termasuk para “knowledge workers” (specialist). Sistem ini dikenal memberikan rasa keadilan internal yang lebih memuaskan, memotivasi pegawai untuk lebih produktif dan meningkatkan kemampuannya, serta lebih mudah dan fleksibel terhadap perubahan anggaran belanja pegawai dan pendapatan perusahaan.

State the art” dari sistem kompensasi ini disarankan untuk dikembangkan di perusahaan swasta dan BUMN yang ingin memperbaiki sistem penggajian lamanya agar lebih adil, lebih memotivasi dan lebih mudah dikelola. Sehubungan dengan hal tersebut, jajaran manajemen SDM dan bagian perencanaan/pengembangan perusahaan dan unit bisnis perlu mengenal konsep dan langkah-langkah pengembangan Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi ini.

 

Tujuan

1.      Memperkenalkan konsep sistem penggajian baru, yaitu Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi dalam MSDM-BK.

2.      Memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang langkah-langkah yang diperlukan dalam mengembangkan Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi.

3.      Menambah wawasan sehingga manajemen mampu memilih strategi implementasi yang paling efektif dan efisien serta dapat memberikan komitmen pada pengimplementasiannya.


Metoda

Instruktur dalam pelatihan ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 50% dari waktu yang tersedia, selebihnya 50% dari waktu akan digunakan untuk diskusi, latihanperancangan sistem kompensasi berbasis kompetensi.


Materi dan Sasaran

1.      Pengantar Sistem Kompensasi dan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi: memberikan pemahaman tentang historis konsep sistem kompensasi dalam MSDM-BK dan praktek Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi secara mendalam, serta perbedaanya dengan konsep dan praktek sistem penggajian konvensional serta kaitannya dengan strategi perusahaan dalam persaingan global.

2.      Konsep Sistem Kompensasi: memberikan penjelasan dan uraian berbagai konsep kompensasi dan bagian-bagian utamanya.

3.      Analisis Kompetensi Jabatan: menjelaskan konsep dan memberikan pemahaman tentang proses yang diperlukan untuk menyusun dokumen kebutuhan kompetensi jabatan yang akan dijadikan dasar penyusunan Kompensasi.

4.      Evaluasi Kompetensi Jabatan: menjelaskan issue, strategi, metoda dan proses penilaian dan pengukuran kompetensi yang dibutuhkan jabatan-jabatan dalam organisasi.

5.      Pengembangan Tabel Kompensasi: menjelaskan langkah-langkah cara mengembangkan tabel kompensasi yang dapat digunakan untuk menentukan kompensasi pegawai.

6.      Pemeliharaan Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi: menjelaskan upaya yang perlu dilakukan agar sistem yang dikembangkan selalu dapat memenuhi kebutuhan rasa keadilan (internal) dan berdaya saing dibanding dengan kesempatan di luar perusahaan.

7.      Strategi Implementasi: menjelaskan langkah-langkah yang dapat diambil untuk meyakinkan stakeholder sampai dengan terimplementasinya Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi.


JADWAL PELATIHAN

 

Berikut ini adalah rangkaian jadwal pelatihan yang akan kami selenggarakan pada tanggal 25 – 27 Februari 2015 :

 

Hari 1 :

 

1.      Pengantar Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi dan MSDM-BK

2.      Konsep Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi

3.      Struktur dan Faktor Sistem Kompensasi berbasis kopetensi

4.      Latihan

5.      Rancangan uraian jabatan dan kebutuhan kompetensi jabatan

6.      Penyusunan uraian jabatan dan kebutuhan kompetensi jabatan

7.      Latihan

 

Hari 2 :

 

1.      Rancangan dan administrasi evaluasi kompetensi jabatan

2.      Penentuan tabel tingkat upah pegawai

3.      Latihan

 

Hari 3 :

 

1.      Evaluasi model sistem kompensasi berbasis kompetensi

2.      Langkah-langkah implementasi

3.      Latihan

INSTRUKTUR

Dr. Ir. Joko Siswanto, MPA dan Tim

Kelompok Keahlian Manajemen Industri ITB

Jl. Ganeca 10 Bandung 40132

E-mail:            j.siswanto@ti.itb.ac.id

BIAYA PELATIHAN

Biaya Pelatihan Sebesar Rp 6.250.000,00 (enam juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) per orang termasuk materi kit, makan siang dan snack selama pelatihan, dan sertifikat.

 

PENDAFTARAN DAN INFORMASI PELATIHAN

Pendaftaran dan informasi pelatihan dapat dilakukan pada setiap hari Senin - Jumat  pada jam 9:00 – 16:00 WIB melalui

Telp.    : (022) 7107074 (office), 081222698228

Fax.     : (022) 7103237

Contact Person : Lusi & Dea

Email    : asb@asb.co.id

On-line : www.asb.co.id


joined training



PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASIS KOMPETENSI

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2015-08-19 : 2015-08-21 / Tempat : Hyatt Regency Hotel Jl. Sumatera Bandung (tentative) / Dilihat : 361 kali

LATAR BELAKANG

Setiap organisasi bisnis memiliki tujuan untuk memberikan penghargaan dan returnyang terbaik bagi pemegang saham, jajaran manajemennya, dan kepada pegawai.  Kepada para pegawai, perusahaan perlu memelihara kesejahteraan SDM yang berkontribusi profesional dan berkompetensi tinggi yang menjadi asset dan sumber keunggulan perusahaan dalam memasuki era globalisasiMereka perlu diupayakan agar selalu memiliki  komitmen dan motivasi yang tinggi dalam berprestasi perusahaan. Di sisi lain, sistem penilaian kinerja harus pula mampu memberikan jaminan Return on Investment yang baik kepada pemegang saham. Untuk itu diperlukan sistem penilaian kinerja pegawai yang terintegrasi dengan sasaran dan rencana kerja tahunan perusahaan.

Konsep  Sistem  Manajemen  Kinerja  Berbasis  Kompetensi  (Competency  Based Performance) merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) atau Competency Based Human Resource Management (CB-HRM). Sistem manajemen kinerja berbasis kompetensi ini secara tegas dapat lebih mengintegrasikan kebutuhan untuk menilai kinerja dan menghargai para pegawai yang berkemampuan di atas rata-rata, mereka yang banyak berkontribusi dan termasuk para knowledge  workers (spesialist)  dan  sekaligus  menjamin  arah  tercapainya  indicator  bisnis utama, yaitu Key Performance Indicator (KPI) perusahaan.

State the art dari sistem manajemen kinerja ini disarankan untuk dikembangkan di perusahaan swasta dan BUMN yang ingin memperbaiki sistem manajemen kinerja pegawai dan

perusahaan   sekaligus   terpadu   dengan   pengukuran   pencapaian   kinerj perusahaan   KPI.

Sehubungan dengan hal tersebut, jajaran manajemen SDM dan bagian perencanaan/pengembangan perusahaan dan unit bisnis perlu mengenal konsep dan langkah- langkah pengembangan Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi ini.


TUJUAN

1.   Memperkenalkan konsep sistem manajemen kinerja berbasis kompetensi yang dipadukan

dengan sistem Key Performance Indicator” Perusahaan.

2.   Memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang langkah-langkah yang diperlukan dalam mengembangkan Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi.

3.   Menambah  wawasan  sehingga  manajemen  mampu  memilih  strategi  implementasi  yang paling efektif dan efisien serta dapat memberikan komitmen pada pengimplementasiannya.


METODA

Instruktur  dalam  pelatihan  ini  lebih  berperan  sebagai  fasilitator  dan  pemandu  daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai

dengan  50%  dari  waktu  yang  tersedia,  selebihnya  50%  dari  waktu  akan  digunakan  untuk

diskusi, latihan pengembangan sistem manajemen kinerja berbasis kompetensi.


MATERI DAN SASARAN

1.   Pengantar  Sistem  Manajemen  Kinerja  Berbasis  Kompetensi:  memberikan  pemahaman tentang historis konsep sistem manajemen kinerja pegawai dalam MSDM-BK dan praktek

Sistem  Manajemen  Kinerja  Berbasis  Kompetensi  secara  mendalam,  serta  perbedaannya

dengan konsep dan praktek sistem manajemen kinerja lain serta kaitannya dengan strategi perusahaan dalam persaingan global.

2.   Konsep Sistem  Manajemen Kinerja: memberikan penjelasan dan uraian berbagai  konsep

sistem manajemen kinerja pegawai secara terpadu dengan kiner

joined training




Implementasi MSDM-BK: Penyusunan Sistem Manajemen Karir dan Perencanaan Suksesi

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2017-09-06 : 2017-09-08 / Tempat : Hyatt Regency Hotel Jl. Sumatera Bandung (tentative) / Dilihat : 377 kali


LATAR BELAKANG

Sistem manajemen karir merupakan instrumen manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola pegawai perusahaan, mulai dari masuk (direkrut) sampai dengan keluarnya pegawai

(berhenti pensiun,   ata habi mas kerja),   dengan   memperhatikan   prestasi potensi kompetensi, dan peluang individu untuk berkembang, serta kebutuhan suatu posisi jabatan (job)

melalui proses penempatan dan mutasi (promosi, rotasi, atau demosi). Tujuan dari manajemen karir adalah bagaimana menempatkan orang pada posisi jabatan dan/atau tim yang tepat pada

saat yang tepat (the right person at the right place at the right time) di antara sekian banyak calon dengan sekian banyak jabatan dan tim yang tersedia secara efisien dan efektif.

 

Sistem  manajemen  karir  memiliki  dua  sisi  yang  saling  berkaitan,  yaitu  pertama  sisi  posisi jabatan (job) dalam organisasi yang biasa direpresentasikan dengan jalur karir jabatan (career path) dan kedua sisi karir individu atau karir pegawai (person). Karir individu tidak harus sama atau mengikuti urutan jalur karir suatu jabatan. Hal ini disebabkan individu dapat memiliki dan mengembangkan  kompetensinya  yang dimiliki  yang  dapat  saja  memenuhbeberapa  jabatan sekaligus; atau sebaliknya, kompetensinya tidak berkembang sama sekali sehingga yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kebutuhan kompetensi di jalur jabatannya.


TUJUAN

Pelatihan ini secara khusus dirancang untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan serta keterampilan   peserta   dalam   membangun   Siste Manajemen   Kari Jabatan,   yang   biasa

direpresentasikan  dengan  jalur  karir  jabatan  (career  path)  berbasiskan  kompetensi  untuk jabatan-jabatan organisasi perusahaan.


METODA

Instruktur dalam pelatihan ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan  60%  dari  waktu  yang  tersedia,  selebihnya  40%  dari  waktu  akan  digunakan  untuk diskusi, latihan penyusunan sistem manajemen karir berbasis kompetensi.


          MATERI  DAN SASARAN

1.   Pengantar  Manajemen  SDM  Berbasis  Kompetensi  dan  Review  kebutuhan  kompetensi jabatan.

2.   Kebijakan karir perusahaan dan formulasi kebijaksanaan karir perusahaan.

3. Siklus karir dan penyusunan siklus karir.

4.   Kompetensi fungsi/departemental, matriks promosi, dan matriks rotasi.

5.   Pemanfaatan kebutuhan kompetensi jabatan dalam penyusunan jenjang karir.

6.   Konsep keluarga jabatan dan pola mutasi (rotasi dan promosi).

7.   Langkah-langkah  pengelompokan  keluarga  jabatan,  penyusunan  pola  rotasi  dan  pola promosi.

8. Pengembangan Sistem Penempatan Pegawai.

9. Rencana Implementasi.


JADWAL PELATIHAN

Hari ke-1

08.00 - 08.15 Pembukaan dan Perkenalan

08.15 - 10.00 Pengantar Sistem Manajemen Karir

10.00 10.1Istirahat

10.00 - 12.15 Kebijakan Karir Perusahaan

12.15 - 13.15 Istirahat

13.15 - 14.45 Formulasi Kebijakan Karir Perusahaan

14.45 - 15.00 Istirahat



joined training



PERANCANGAN KEBUTUHAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (COMPETENCY BASED TRAINING)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2015-09-16 : 2015-09-18 / Tempat : Hyatt Regency Hotel Jl. Sumatera Bandung (tentative) / Dilihat : 361 kali


LATAR BELAKANG

Pelatihan Berbasis Kompetensi adalah pengembangan SDM yang memperhatikan pengetahuan, ketrampilan, perilaku dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan tugasnydengan  baik  (produktif  dan  menyenangkan).  Tujuan  dari  penentuan  kebutuhan  pelatihan berbasis kompetensi adalah agar program-program pelatihan yang diselenggarakan perusahaan dapat mencapai sasaran yang efisien dan efektif, dalam arti setiap program pelatihan benar- benar mampu mengembangkan pegawai sehingga dapat memenuhi tingkat kompetensi yang dibutuhkan jabatan yang dipegangnya.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi merupakan bagian dari Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi yang telah menjadi keharusan bagi organisasi perusahaan yang mengimplementasikan ISO 9000 versi 2000. Pada sisi lain, penentuan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi ini juga penting untuk menunjang sistem perencanaan karir perusahaan. Melalui Pelatihan berbasis kompetensi diharapkan para pegawai dapat mengatasi gap” kompetensi yang dimilikinya dan kompetensi yang dituntut oleh jabatan secara efisien, sehingga perusahaan dapat menempatkan orang pada posisi jabatan dan/atau tim yang tepat pada saat yang tepat (the right person at the right place at the right time).

TUJUAN

Pelatihan  penentuan  kebutuhan  pelatihan  berbasis  kompetensi  ini  secara  khusus  dirancang untuk  mengembangkan  wawasan  dan  pengetahuan  serta  keterampilan  para  peserta  dalamembangun  Sistem  Pelatihan  Berbasis  Competency  (Competency  Based  Training).  Setelamengikuti  pelatihan  ini  diharapkan  peserta  mampu  menjadi  internal  consultant di  bidantraining need analysis berbasis kompetensi.


METODA

Instruktur  dalam  pelatihan  ini  lebih  berperan  sebagai  fasilitator  dan  pemandu  daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampadengan  50%  dari  waktu  yang  tersedia,  selebihnya  50%  dari  waktu  akan  digunakan  untuk diskusi, latihan penyusunan sistem perancangan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi.


MATERI DAN SASARAN

1.   Review Manajemen SDM Berbasis Kompetensi, Kebutuhan kompetensjabatan dan Jalur karir jabatan.

2.   Pendekatan   Pelatihan   Berbasi Kompetens (Individualized   learning grou learning, competency based training program).

3.   Identifikasi gap kompetensi individu dan kebutuhan pelatihan individu

4.   Identifikasi gap kompetensi kelompok jabatan dan kebutuhan pelatihan penjenjangan.

5.

Penyusunan   Program   Pelatihan   Berbasi Kompetensi

untuk

Individu

dan



joined training



Audit Manajemen SDM : Pendekatan Diagnostik

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-01-20 : 2016-01-22 / Tempat : Hyatt Regency Hotel Jalan Sumetera Bandung / Dilihat : 328 kali

LATAR BELAKANG

Dalam manajemen, tugas-tugas “audit” pada  mulanya hanya dikenal  dalam lingkungan akutansi. Dalam perkembangan organisasi perusahaan  yang semakin global dan modern, audit kegiatan organisasi  tidak hanya terbatas pada bidang akutansi keuangan saja  tetapi kedalam  berbagai aspek dalam  organisasi. Karena untuk meningkatkan  effektivitas dan  produktivitas organisasi  maka pada setiap   aspek dan fungsi organisasi memerlukan kegiatan audit yang valid dan tidak memihak.

Salah satu audit yang belakangan ini dirasarakan kebutuhannya adalah “Human Resources Management Audit” atau  Audit Manajemen Sumber Daya Manusia atau disingkat Audit MSDM.

LINGKUP KERJA  AUDIT MSDM

Audit  MSDM dapat didefinisikan secara umum sebagai : “Proses pengkajian  untuk mengetahui  seberapa jauh  kebijakan, strategi dan praktek/operasional manajemen SDM organisasi perusahaan telah sesuai dan dinilai memuaskan terutama oleh para pegawai perusahaan ”

Titik berat Audit MSDM di sini adalah pengecekan atau pengujian secara sistematis terhadap seluruh praktek kegiatan MSDM baik secara  divisional  atau  keseluruhan  organisasi  Perusahaan.

PENTINGNYA AUDIT MSDM

Banyak alasan penting  mengapa  Audit MSDM  sangat penting untuk dilaksanakan, beberapa diantaranya adalah:

Kegiatan MSDM  secara langsung  akan berdampak  kepada produktivitas  dan efektivitas  organisasi.

Setiap pengeluaran  biaya untuk pegawai merupakan biaya Perusahaan, yang pada akhirnya menentukan daya saing bisnis perusahaan.

Kegiatan MSDM  secara langsung berdampak pengembangan kualitas SDM itu sendiri, dan

Kegiatan MSDM berkaitan erat dengan aspek legal yaitu hukum, perundang-undangan dan peraturan-peraturan ketenagakerjaan yang harus dipatuhi oleh pegawai dan organisasi perusahaan.

Secara umum kegitan audit MSDM ini ingin mengetahui seberapa jauh tujuan dari manajemen SDM  telah diterjemahkan  ke dalam seluruh kegiatan  MSDM    dalam Perusahaan  untuk mendorong pencapaian  target  Perusahaan.

TUJUAN

 Setelah mengikuti pelatihan dua hari ini diharapkan peserta pelatihan mampu menjadi “Internal Consultant” untuk melakukan kegiatan “Audit MSDM”, melaporkan dan memberikan saran masukan kepada Manajemen misalnya tentang perbaikan-perbaikan Kebijakan, Strategi dan Taktik operasional Menejemen SDM di Perusahaan, jika ada.

METODA

Instruktur dalam pelatihan top eksekutif ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 60% dari waktu yang tersedia, selebihnya 40 % dari waktu akan digunakan untuk diskusi, praktek uji coba dan formulasi strategi implementasi.

MATERI

Konsep Pendekatan Diagnostik dalam MSDM

Pendekatan Audit MSDM.

Materi dan instrumen Audit MSDM

Pengolahan Data dan Analisis Audit MSDM dengan Pendekatan Diagnostik

Strategi Pelaporan dan Penyususunan Laporan Audit MSDM

 

Agenda

Hari ke-1 (08:00 - 16:00)

·        Konsep Strategic HRM dan membangun sumber keunggulan bersaing perusahaan yang berkelanjutan

·        Pendekatan Strategic HRM dan Penyelarasan Strategi Bisnis Korporasi

·        Diskusi dan Pembahasan Kasus

 Hari ke-2 (08:00 - 16:00)

·           Alternatif pilihan instrumen Manajemen SDM dan implikasi strategis dan jangka panjangnya.

·           Perencanaan Implementasi

 Hari ke-3 (08:00 - 16:00)

·        Pengembangan konsep strategi manajemen SDM terpadu

·        Diskusi dan Penyusunan Rencana Strategic bidang SDM

·        Pengenalan Aplikasi MSDM-BK Terpadu

Instruktur

Dr. Ir. Joko Siswanto, MPA dan Tim.

Kelompok Keahlian Manajemen Industri – ITB

Jl. Ganeca 10 Bandung 40132   

E-mail: j.siswanto@ti.itb.ac.id

Biaya Pelatihan

Biaya Pelatihan Sebesar Rp 6.300.000,00 (enam juta tiga ratus ribu rupiah) per orang termasuk materi kit, makan siang dan snack selama pelatihan, dan sertifikat.

Pendaftaran dan Informasi Pelatihan

Pendaftaran dan informasi pelatihan dapat dilakukan pada setiap hari Senin - Jumat  pada jam 9:00 – 16:00 WIB melalui

Telp.                            : 022-7107074 (office), 081222698228

Fax.                             : 022-7103237

Contact Person           :  Adinda

Email                          asb@asb.co.id


joined training



Perancangan Sistem Kompensasi Berbasis Kompetensi Berdasarkan Prinsip 3P (Pay For Person, Pay for Position dan Pay for Performance)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-02-24 : 2016-02-26 / Tempat : Hyatt Regency Hotel Jalan Sumetera Bandung / Dilihat : 326 kali




joined training



Strategic Human Resource Management & Implementasi Manajemen SDM Berbasis Kompetensi

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-02-17 : 2016-02-19 / Tempat : Hyatt Regency(Arya Duta-Nama Baru Hyatt Regency) / Dilihat : 245 kali




joined training



Pelatihan Implementasi Sistem Manajemen Talenta ( Talent Pool & Management System)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-04-20 : 2016-04-22 / Tempat : Hotel Aryaduta Bandung Jalan Sumatera no. 51 / Dilihat : 355 kali

Latar Belakang

Manusia dapat menjadi sumber keunggulan bersaing perusahaan yang berkelanjutan dalam menjalankan roda organisasi. Pencapaian tujuan organisasi bertumpu pada kemampuan masing-masing anggota organisasi yang saling bersinergi satu sama lain. Manajemen Talenta (Talent Management) merupakan bagian dari Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi, yang berfungsi untuk menyiapkan kader-kader pimpinan dan manajer professional melalui proses mengembangkan pegawai.

Sistem Manajemen Talenta perlu diimplementasikan agar dapat dipetakan potensi sumber daya manusia yang dimiliki organisasi saat ini sehingga dapat diselaraskan dengan kebutuhan pencapaian tujuan organisasi, yang tertuang dalam visi, misi, tujuan, dan strategi organisasi.

Keselarasan tersebut diperoleh melalui identifikasi gap antara kompetensi individu pegawai dengan kebutuhan kompetensi jabatan yang telah diproyeksikan. Kebutuhan kompetensi jabatan dirumuskan berdasarkan visi, misi, tujuan dan proses bisnis organisasi, sedangkan strategi organisasi dituangkan ke dalam Sistem Manajemen Kinerja pegawai. Oleh karena itu, proses utama dalam manajemen talenta adalah asesmen kompetensi dan pengukuran kinerja pegawai. Hasil asesmen kompetensi dan pengukuran kinerja pegawai digunakan untuk membangun talen  pool sebagai landasan pengembangan pegawai sehingga tidak saja dapat memenuhi kebutuhan jabatan saat ini dan maupun masa depan sesuai dengan jalur karir perusahaan dan rencana suksesi masing-masing individu pegawai.

Sistem manajemen talenta erat kaitannya dengan beberapa sistem manajemen SDM lainnya, seperti penyusunan kamus kompetensi dan kebutuhan kompetensi jabatan, asesmen kompetensi individu, sistem manajemen kinerja, sistem manajemen karir, rekrutmen dan seleksi, serta berujung pada sistem kompensasi. Penyusunan kamus kompetensi dan kebutuhan kompetensi jabatan digunakan sebagai dasar dari pengukuran kompetensi individu dan identifikasi gap kompetensi, sedangkan sistem manajemen karir digunakan sebagai dasar penggolongan pegawai berdasarkan pencapaian kinerja pada periode terakhir. Jalur karir dan rencana suksesi, yang merupakan bagian dari sistem manajemen karir, diperlukan untuk menentukan arah rotasi dan promosi pegawai yang tergolong bertalenta (berpotensi dan berkinerja baik). 

Sistem Manajemen Talenta memungkinkan organisasi untuk menempatkan orang yang tepat, pada posisi yang tepat, di waktu yang tepat, dan dengan strategi yang tepat pula.


Tujuan

Lokakarya ini bertujuan untuk :

  1. Melakukan proses identifikasi, seleksi, pengembangan, dan mempertahankan para karyawan yang memiliki kompetensi dan kinerja yang unggul.
  2. Mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan yang berkualitas tinggi sebagai kader pengganti pemegang jabatan pimpinan dan manajemen posisi-posisi kunci yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan organisasi.
  3. Melakukan klasifikasi dan investasi pada karyawan berdasarkan realisasi dan potensi kontribusinya pada kinerja organisasi.

Bila sebuah organisasi berkomitmen untuk mencapai keunggulannya berdasarkan ketiga hal diatas, maka organisasi tersebut harus mengembangkan proses pengelolaan SDM yang mampu menghubungkan seluruh elemen utama perencanaan SDM dan kemudian menyambungkannya dengan strategi, kebijakan, dan rencana kegiatan.


 PESERTA

Manajer dan Staf ahli bidang SDM yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengembangan dan pengimplementasian Sistem Manajemen Talenta. Manajer lini yang ingin dan ditugaskan mengembangkan ”penerusnya” juga penting dan akan banyak mendapatkan manfaat sangat besar jika mengikuti pelatihan. Bagi peserta yang belum mengenal Manajemen SDM-Berbasis Kompetensi dapat mengikuti Lokakarya ini karena akan diberikan review tentang MSDM-BK. Peserta yang telah mengikuti Lokakarya MSDM-BK sebelumnya akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, khususnya berkaitan dengan Implementasi Sistem Manajemen Talenta.


 Metoda

Instruktur dalam lokakarya ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 60% dari waktu yang tersedia, selebihnya 40% dari waktu akan digunakan untuk diskusi, latihan penyusunan sistem manajemen karir berbasis kompetensi.




joined training



Perencanaan dan Pengembangan Organisasi Perusahaan (Seri Pengembangan Organisasi)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-05-09 : 2016-05-11 / Tempat : Holiday in (tentatif) / Dilihat : 164 kali




joined training



Manajemen Talenta

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-05-18 : 2016-05-20 / Tempat : Holiday in (tentatif) / Dilihat : 182 kali




joined training



PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASIS KOMPETENSI

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-05-25 : 2016-05-27 / Tempat : Holiday in (tentatif) / Dilihat : 186 kali




joined training



PERANCANGAN KEBUTUHAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-05-21 : 2016-05-23 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera bandung / Dilihat : 187 kali

Latar Belakang

Pelatihan Berbasis Kompetensi adalah pengembangan SDM yang memperhatikan pengetahuan, ketrampilan, perilaku dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan tugasnya dengan baik (produktif dan menyenangkan). Tujuan dari penentuan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi adalah agar program-program pelatihan yang diselenggarakan perusahaan dapat mencapai sasaran dan efisien dan efektif, dalam arti setiap program pelatihan benar-benar mampu mengembangkan pegawai sehingga dapat memenuhi tingkat kompetensi yang dibutuhkan jabatan yang dipegangnya.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi merupakan bagian dari Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi yang telah menjadi keharusan bagi organisasi perusahaan yang mengimplementasikan ISO 9000 versi 2000. Pada sisi lain, penentuan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi ini juga penting untuk menunjang sistem perencanaan karir perusahaan. Melalui Pelatihan berbasis kompetensi diharapkan para pegawai dapat mengatasi “gap” kompetensi yang dimilikinya dan kompetensi yang dituntut oleh jabatan secara efisien, sehingga perusahaan dapat menempatkan orang pada posisi jabatan dan/atau tim yang tepat pada saat yang tepat (‘the right person at the right place at the right time’).

 

 

Tujuan

Pelatihan penentuan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi ini secara khusus dirancang untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan serta keterampilan para peserta dalam membangun Sistem Pelatihan Berbasis Competency (“Competency Based Training”). Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu menjadi “internal consultant” di bidang “training need analysis” berbasis kompetensi.

 

 

Metoda

Instruktur dalam pelatihan ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 50% dari waktu yang tersedia, selebihnya 50% dari waktu akan digunakan untuk diskusi, latihan penyusunan sistem perancangan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi.

 

 

Materi dan Sasaran

1.      Review Manajemen SDM Berbasis Kompetensi, Kebutuhan kompetensi jabatan dan Jalur karir jabatan.

2.      Pendekatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Individualized learning, group learning, competency based training program).

3.      Identifikasi gap kompetensi individu dan kebutuhan pelatihan individu

4.      Identifikasi gap kompetensi kelompok jabatan dan kebutuhan pelatihan penjenjangan.

5.      Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk Individu dan Pelatihan Penjenjangan.

6.      Teknologi Pelatihan Berbasis Kompetensi.

7.      Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Pelaksanaan Pelatihan.

 

 

JAdwal Pelatihan

Hari ke-1

08.00 - 08.15  Pembukaan dan Perkenalan

08.15 - 09.00  Pengantar

09.00 - 09.45  Materi

09.45 - 10.00  Coffee Break

10.00 - 12.15  Materi

12.15 - 13.15  Istirahat

13.15 - 14.45  Materi

14.45 - 15.00  Coffee Break

15.00 - 16.30  Materi

 

Hari ke-2

08.15 - 09.45  Materi

09.45 - 10.00  Coffee Break

10.00 - 12.15  Materi

12.15 - 13.15  Istirahat

13.15 - 14.45  Materi

14.45 - 15.00  Coffee Break

15.00 - 16.30  Materi

 

Hari ke-3

08.15 - 09.45 Materi

09.45 - 10.00 Coffee Break

10.00 - 11.30 Materi

11.30 - 13.15 Istirahat

13.15 - 14.45 Materi

14.45 - 15.00 Istirahat

15.00 - 15.45 Materi

15.45 - 16.30 Penutupan

 

INSTRUKTUR

Dr. Ir. Joko Siswanto, MPA dan Tim

Kelompok Keahlian Manajemen Industri ITB

Jl. Ganeca 10 Bandung 40132

E-mail: j.siswanto@ti.itb.ac.id

 

 

Biaya Pelatihan

Biaya Pelatihan Sebesar Rp 6.300.000,00 (Enam juta tiga ratus ribu  rupiah) per orang termasuk materi kit, makan siang dan snack selama pelatihan, dan sertifikat.



joined training



Pelatihan Implementasi Sistem Manajemen Talenta ( Talent Pool & Management System)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-07-27 : 2016-07-29 / Tempat : Hotel Aryaduta Bandung, Jalan Sumatera No. 51 / Dilihat : 184 kali

LATAR BELAKANG

Manusia dapat menjadi sumber keunggulan bersaing perusahaan yang berkelanjutan dalam menjalankan roda organisasi. Pencapaian tujuan organisasi bertumpu pada kemampuan masing-masing anggota organisasi yang saling bersinergi satu sama lain. Manajemen Talenta (Talent Management) merupakan bagian dari Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi, yang berfungsi untuk menyiapkan kader-kader pimpinan dan manajer professional melalui proses mengembangkan pegawai.

Sistem Manajemen Talenta perlu diimplementasikan agar dapat dipetakan potensi sumber daya manusia yang dimiliki organisasi saat ini sehingga dapat diselaraskan dengan kebutuhan pencapaian tujuan organisasi, yang tertuang dalam visi, misi, tujuan, dan strategi organisasi.

Keselarasan tersebut diperoleh melalui identifikasi gap antara kompetensi individu pegawai dengan kebutuhan kompetensi jabatan yang telah diproyeksikan. Kebutuhan kompetensi jabatan dirumuskan berdasarkan visi, misi, tujuan dan proses bisnis organisasi, sedangkan strategi organisasi dituangkan ke dalam Sistem Manajemen Kinerja pegawai. Oleh karena itu, proses utama dalam manajemen talenta adalah asesmen kompetensi dan pengukuran kinerja pegawai. Hasil asesmen kompetensi dan pengukuran kinerja pegawai digunakan untuk membangun talen  pool sebagai landasan pengembangan pegawai sehingga tidak saja dapat memenuhi kebutuhan jabatan saat ini dan maupun masa depan sesuai dengan jalur karir perusahaan dan rencana suksesi masing-masing individu pegawai. 

Sistem manajemen talenta erat kaitannya dengan beberapa sistem manajemen SDM lainnya, seperti penyusunan kamus kompetensi dan kebutuhan kompetensi jabatan, asesmen kompetensi individu, sistem manajemen kinerja, sistem manajemen karir, rekrutmen dan seleksi, serta berujung pada sistem kompensasi. Penyusunan kamus kompetensi dan kebutuhan kompetensi jabatan digunakan sebagai dasar dari pengukuran kompetensi individu dan identifikasi gap kompetensi, sedangkan sistem manajemen karir digunakan sebagai dasar penggolongan pegawai berdasarkan pencapaian kinerja pada periode terakhir. Jalur karir dan rencana suksesi, yang merupakan bagian dari sistem manajemen karir, diperlukan untuk menentukan arah rotasi dan promosi pegawai yang tergolong bertalenta (berpotensi dan berkinerja baik). 

Sistem Manajemen Talenta memungkinkan organisasi untuk menempatkan orang yang tepat, pada posisi yang tepat, di waktu yang tepat, dan dengan strategi yang tepat pula.


TUJUAN

Lokakarya ini bertujuan untuk :

  1. Melakukan proses identifikasi, seleksi, pengembangan, dan mempertahankan para karyawan yang memiliki kompetensi dan kinerja yang unggul.
  2. Mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan yang berkualitas tinggi sebagai kader pengganti pemegang jabatan pimpinan dan manajemen posisi-posisi kunci yang      diperlukan untuk mendukung keberhasilan organisasi.
  3. Melakukan klasifikasi dan investasi pada karyawan berdasarkan realisasi dan potensi kontribusinya pada kinerja organisasi.

Bila sebuah organisasi berkomitmen untuk mencapai keunggulannya berdasarkan ketiga hal diatas, maka organisasi tersebut harus mengembangkan proses pengelolaan SDM yang mampu menghubungkan seluruh elemen utama perencanaan SDM dan kemudian menyambungkannya dengan strategi, kebijakan, dan rencana kegiatan.


 PESERTA

Manajer dan Staf ahli bidang SDM yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengembangan dan pengimplementasian Sistem Manajemen Talenta. Manajer lini yang ingin dan ditugaskan mengembangkan ”penerusnya” juga penting dan akan banyak mendapatkan manfaat sangat besar jika mengikuti pelatihan. Bagi peserta yang belum mengenal Manajemen SDM-Berbasis Kompetensi dapat mengikuti Lokakarya ini karena akan diberikan review tentang MSDM-BK. Peserta yang telah mengikuti Lokakarya MSDM-BK sebelumnya akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, khususnya berkaitan dengan Implementasi Sistem Manajemen Talenta.


 METODA

Instruktur dalam lokakarya ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 60% dari waktu yang tersedia, selebihnya 40% dari waktu akan digunakan untuk diskusi, latihan penyusunan sistem manajemen karir berbasis kompetensi.




joined training



Pengembangan Alat Ukur Asesmen Kompetensi Individu

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-08-20 : 2016-08-22 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera bandung / Dilihat : 160 kali




joined training



PERANCANGAN KEBUTUHAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (COMPETENCY BASED TRAINING)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2017-11-15 : 2017-11-17 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera bandung (Tentatif) / Dilihat : 169 kali

LATAR BELAKANG

Pelatihan Berbasis Kompetensi adalah pengembangan SDM yang memperhatikan pengetahuan, ketrampilan, perilaku dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan tugasnydengan  baik  (produktif  dan  menyenangkan).  Tujuan  dari  penentuan  kebutuhan  pelatihan berbasis kompetensi adalah agar program-program pelatihan yang diselenggarakan perusahaan dapat mencapai sasaran yang efisien dan efektif, dalam arti setiap program pelatihan benar- benar mampu mengembangkan pegawai sehingga dapat memenuhi tingkat kompetensi yang dibutuhkan jabatan yang dipegangnya.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi merupakan bagian dari Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi yang telah menjadi keharusan bagi organisasi perusahaan yang mengimplementasikan ISO 9000 versi 2000. Pada sisi lain, penentuan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi ini juga penting untuk menunjang sistem perencanaan karir perusahaan. Melalui Pelatihan berbasis kompetensi diharapkan para pegawai dapat mengatasi gap” kompetensi yang dimilikinya dan kompetensi yang dituntut oleh jabatan secara efisien, sehingga perusahaan dapat menempatkan orang pada posisi jabatan dan/atau tim yang tepat pada saat yang tepat (the right person at the right place at the right time).

TUJUAN

Pelatihan  penentuan  kebutuhan  pelatihan  berbasis  kompetensi  ini  secara  khusus  dirancang untuk  mengembangkan  wawasan  dan  pengetahuan  serta  keterampilan  para  peserta  dalamembangun  Sistem  Pelatihan  Berbasis  Competency  (Competency  Based  Training).  Setelamengikuti  pelatihan  ini  diharapkan  peserta  mampu  menjadi  internal  consultant di  bidantraining need analysis berbasis kompetensi.


METODA

Instruktur  dalam  pelatihan  ini  lebih  berperan  sebagai  fasilitator  dan  pemandu  daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampadengan  50%  dari  waktu  yang  tersedia,  selebihnya  50%  dari  waktu  akan  digunakan  untuk diskusi, latihan penyusunan sistem perancangan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi.


MATERI DAN SASARAN


1.   Review Manajemen SDM Berbasis Kompetensi, Kebutuhan kompetensjabatan dan Jalur karir jabatan.

2.   Pendekatan   Pelatihan   Berbasi Kompetens (Individualized   learning grou learning, competency based training program).

3.   Identifikasi gap kompetensi individu dan kebutuhan pelatihan individu

4.   Identifikasi gap kompetensi kelompok jabatan dan kebutuhan pelatihan penjenjangan.

5.

Penyusunan   Program   Pelatihan   Berbasi Kompetensi

untuk

Individu

dan



joined training



PERANCANGAN KEBUTUHAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (COMPETENCY BASED TRAINING)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-09-28 : 2016-09-30 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera / Dilihat : 94 kali

LATAR BELAKANG

Pelatihan Berbasis Kompetensi adalah pengembangan SDM yang memperhatikan pengetahuan, ketrampilan, perilaku dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan tugasnydengan  baik  (produktif  dan  menyenangkan).  Tujuan  dari  penentuan  kebutuhan  pelatihan berbasis kompetensi adalah agar program-program pelatihan yang diselenggarakan perusahaan dapat mencapai sasaran yang efisien dan efektif, dalam arti setiap program pelatihan benar- benar mampu mengembangkan pegawai sehingga dapat memenuhi tingkat kompetensi yang dibutuhkan jabatan yang dipegangnya.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi merupakan bagian dari Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi yang telah menjadi keharusan bagi organisasi perusahaan yang mengimplementasikan ISO 9000 versi 2000. Pada sisi lain, penentuan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi ini juga penting untuk menunjang sistem perencanaan karir perusahaan. Melalui Pelatihan berbasis kompetensi diharapkan para pegawai dapat mengatasi gap” kompetensi yang dimilikinya dan kompetensi yang dituntut oleh jabatan secara efisien, sehingga perusahaan dapat menempatkan orang pada posisi jabatan dan/atau tim yang tepat pada saat yang tepat (the right person at the right place at the right time).

TUJUAN

Pelatihan  penentuan  kebutuhan  pelatihan  berbasis  kompetensi  ini  secara  khusus  dirancang untuk  mengembangkan  wawasan  dan  pengetahuan  serta  keterampilan  para  peserta  dalamembangun  Sistem  Pelatihan  Berbasis  Competency  (Competency  Based  Training).  Setelamengikuti  pelatihan  ini  diharapkan  peserta  mampu  menjadi  internal  consultant di  bidantraining need analysis berbasis kompetensi.


METODA

Instruktur  dalam  pelatihan  ini  lebih  berperan  sebagai  fasilitator  dan  pemandu  daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampadengan  50%  dari  waktu  yang  tersedia,  selebihnya  50%  dari  waktu  akan  digunakan  untuk diskusi, latihan penyusunan sistem perancangan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi.


MATERI DAN SASARAN


1.   Review Manajemen SDM Berbasis Kompetensi, Kebutuhan kompetensjabatan dan Jalur karir jabatan.

2.   Pendekatan   Pelatihan   Berbasi Kompetens (Individualized   learning grou learning, competency based training program).

3.   Identifikasi gap kompetensi individu dan kebutuhan pelatihan individu

4.   Identifikasi gap kompetensi kelompok jabatan dan kebutuhan pelatihan penjenjangan.

5.

Penyusunan   Program   Pelatihan   Berbasi Kompetensi

untuk

Individu



joined training



Implementasi MSDM-BK: Penyusunan Sistem Manajemen Karir dan Perencanaan Suksesi

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-11-09 : 2016-11-11 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera Bandung / Dilihat : 155 kali

LATAR BELAKANG

Sistem manajemen karir merupakan instrumen manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola pegawai perusahaan, mulai dari masuk (direkrut) sampai dengan keluarnya pegawai

(berhenti pensiun,   ata habi mas kerja),   dengan   memperhatikan   prestasi potensi kompetensi, dan peluang individu untuk berkembang, serta kebutuhan suatu posisi jabatan (job)

melalui proses penempatan dan mutasi (promosi, rotasi, atau demosi). Tujuan dari manajemen karir adalah bagaimana menempatkan orang pada posisi jabatan dan/atau tim yang tepat pada

saat yang tepat (the right person at the right place at the right time) di antara sekian banyak calon dengan sekian banyak jabatan dan tim yang tersedia secara efisien dan efektif.

 

Sistem  manajemen  karir  memiliki  dua  sisi  yang  saling  berkaitan,  yaitu  pertama  sisi  posisi jabatan (job) dalam organisasi yang biasa direpresentasikan dengan jalur karir jabatan (career path) dan kedua sisi karir individu atau karir pegawai (person). Karir individu tidak harus sama atau mengikuti urutan jalur karir suatu jabatan. Hal ini disebabkan individu dapat memiliki dan mengembangkan  kompetensinya  yang dimiliki  yang  dapat  saja  memenuhbeberapa  jabatan sekaligus; atau sebaliknya, kompetensinya tidak berkembang sama sekali sehingga yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kebutuhan kompetensi di jalur jabatannya.


TUJUAN

Pelatihan ini secara khusus dirancang untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan serta keterampilan   peserta   dalam   membangun   Siste Manajemen   Kari Jabatan,   yang   biasa

direpresentasikan  dengan  jalur  karir  jabatan  (career  path)  berbasiskan  kompetensi  untuk jabatan-jabatan organisasi perusahaan.


METODA

Instruktur dalam pelatihan ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan  60%  dari  waktu  yang  tersedia,  selebihnya  40%  dari  waktu  akan  digunakan  untuk diskusi, latihan penyusunan sistem manajemen karir berbasis kompetensi.


          MATERI  DAN SASARAN

1.   Pengantar  Manajemen  SDM  Berbasis  Kompetensi  dan  Review  kebutuhan  kompetensi jabatan.

2.   Kebijakan karir perusahaan dan formulasi kebijaksanaan karir perusahaan.

3. Siklus karir dan penyusunan siklus karir.

4.   Kompetensi fungsi/departemental, matriks promosi, dan matriks rotasi.

5.   Pemanfaatan kebutuhan kompetensi jabatan dalam penyusunan jenjang karir.

6.   Konsep keluarga jabatan dan pola mutasi (rotasi dan promosi).

7.   Langkah-langkah  pengelompokan  keluarga  jabatan,  penyusunan  pola  rotasi  dan  pola promosi.

8. Pengembangan Sistem Penempatan Pegawai.

9. Rencana Implementasi.



joined training



Evaluasi Pelatihan dan Perhitungan Return on Training Investment (ROTI)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2017-10-25 : 2017-10-27 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera Bandung / Dilihat : 149 kali

Tujuan

Pelatihan evaluasi program pelatihan berbasis kompetensi inisecara khusus dirancang untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan serta keterampilan para peserta dalam membuat  Evaluasi Efektifitas Program Pelatihan dan Perhitungan Return on Training Investment (ROTI).

 

Metoda

Instruktur dalam pelatihan ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 50% dari waktu yang tersedia, selebihnya 50% dari waktu akan digunakan untuk diskusi, latihan penyusunan sistem perancangan kebutuhan pelatihan berbasis kompetensi.

 

Materi dan Sasaran

1.     Review Manajemen SDM Berbasis Kompetensi dan Pelatihan Berbasis Kompetensi.

2.     Evaluasi Pelatihan Level 1, 2, 3, 4 dan 5.

3.     Mengembangkan Model Evaluasi Pelatihan Level 1, 2, 3, 4 dan 5.

4.     Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Pelaksanaan Pelatihan.

5.     Teknologi Pelatihan Berbasis Kompetensi.



joined training



Pelatihan: Analisis Beban Kerja & Perhitungan Kebutuhan Jumlah SDM (Human Resource Planning)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2016-11-30 : 2016-12-02 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera Bandung / Dilihat : 122 kali

Latar Belakang

 

Krisis keuangan global yang melanda diberbagai belahan dunia, berdampak pada sektor perekonomian di sejumlah negara. Bagaimana strategi yang tepat dalam menyikapi krisis global untuk memenuhi perencanaan kebutuhan SDM?  Persaingan dunia usaha meningkat sedemikian rupa, sehingga hanya organisasi bisnis yang mampu beroperasi secara efisienlah yang dapat bertahan dan berkembang. Selain tuntutan agar setidaknya mampu bertahan atau bahkan berkembang dalam persaingan, efisiensi organisasi bisnis juga merupakan syarat mutlak bagi usaha untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Efisiensi ini dapat dicapai dengan pemanfaatan sumber daya (resources) yang dimiliki oleh perusahaan secara optimal, termasuk didalamnya Sumber Daya Manusia (SDM). Sehubungan dengan optimalisasi pemanfaatan sumber daya manusia (SDM), diperlukan Perencanaan SDM (Human Resource Planning) yang baik.

 

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan para praktisi dan manajemen untuk dapat melakukan pengukuran dan analisis beban kerja baik fisik maupun mental sehingga efisiensi organisasi bisnis perusahaan dapat meningkatkan kinerjanya.

 

Tujuan

  1. Memberikan pemahaman menyeluruh tentang Perencanaan SDM (Human Resource Planning) baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
  2. Memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang konsep beban kerja dan jenis-jenis beban kerja yang mungkin muncul dalam suatu aktivitas pekerjaan dan organisasi perusahaan.
  3. Memberikan keterampilan dan contoh-contoh yang diperlukan dalam melakukan pengukuran dan analisa baik beban kerja mental maupun fisik.
  4. Memberikan pemahaman, pengetahuan dan ketrampilan dalam menentukan kebutuhan jumlah SDM yang dibutuhkan organisasi perusahaan secara efektif dan efisien.

                    

Metoda

Pelatihan akan dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi teori (40%) dan contoh/studi kasus berupa aplikasi metode pengukuran beban kerja (60%).

 

Materi PELATIHAN

1.                 Perencaaan SDM dan Konsep Beban Kerja

SDM perlu direncanakan sejalan dengan visi, misi, dan budaya yang ingin dibangun serta strategi bisnis perusahaan. Keselarasan semua ini menjadi kunci, untuk itu secara kuantitatif analisis beban kerja perlu dilakukan agar biaya operasi perusahaan selalu optimal.  Beban kerja merupakan konsekuensi dari pelaksanaan aktivitas organisasi yang diberikan kepada seseorang/pekerja. Aktivitas seseorang pada dasarnya dapat dibedakan antara aktivitas fisik dan aktivitas mental. Dalam praktek, beban kerja yang dijumpai merupakan kombinasi antara beban kerja fisik dan beban kerja mental. Hal ini mudah dipahami karena pada dasarnya semua aktivitas merupakan kombinasi dari aktivitas fisik dan aktivitas mental, dengan salah satu aktivitas yang lebih dominan dibandingkan dengan aktivitas yang lainnya.

 

Pekerja dalam suatu perusahan pada dasarnya dapat dibedakan atas tenaga kerja langsung (blue collar worker) dan tenaga kerja tidak langsung (white collar worker) misalnya tenaga kerja pada level manajerial. Untuk mengukur beban kerja pada kedua jenis tenaga kerja di atas diperlukan metode pengukuran beban kerja yang berbeda. Selain itu, dalam materi ini dibahas pula konsep waktu kerja berkaitan dengan beban kerja.

           

2.                 Beban kerja mental

 

Beban kerja mental relatif lebih sulit untuk dilakukan dan dikuantifikasi dibandingkan dengan beban kerja fisik. Hal ini dikarenakan beban kerja mental lebih menyangkut pada hal psikologis yang seringkali susah diamati. Namun beberapa metode untuk mengukur beban kerja mental telah mulai dikembangkan pada beberapa tahun terakhir. Metode untuk mengukur beban kerja mental dapat diklasifikasikan atas metode obyektif dan metode subyektif. Dalam metode obyektif, beban kerja mental diukur dengan melihat berbagai kriteria fisiologis pekerja. Sedangkan dalam metode subyektif, pengukuran beban kerja mental didasarkan pada persepsi pekerja dengan justifikasi pengukuran. Dalam pelatihan ini akan dibahas metode pengukuran beban kerja mental baik secara obyektif maupun subyektif. Beberapa metode pengukuran beban kerja mental subyektif yang akan dibahas dalam pelatihan ini diantaranya metoda SWAT dan NASA TLX.

 

3.                 Beban kerja fisik

 

Konsep beban kerja fisik pertama kali dikemukakan oleh Frederick W. Taylor. Beban kerja fisik ditimbulkan oleh pekerjaan yang didominasi oleh aktivitas fisik. Beban kerja fisik relatif lebih mudah diukur untuk tenaga kerja langsung karena adanya output yang mudah terukur. Namun pengukuran beban kerja fisik dapat pula diterapkan untuk tenaga kerja tidak langsung dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Dalam materi ini akan dijelaskan penggunaan formulir-formulir yang diperlukan dalam pengukuran sampai dengan interpretasi hasil pengukuran. Aplikasi pengukuran beban kerja fisik di beberapa perusahaan akan disajikan di bagian akhir sebagai studi kasus dan latihan.

 

 

 

4.                 Langkah-langkah implementasi

Dalam sesi ini akan didiskusikan langkah-langkah yang diperlukan dan harus dilakukan dalam implementasi pengukuran beban kerja.

Langkah-langkah yang dimaksud adalah:

-         Langkah/tahap Pra Pengukuran

Meliputi semua persiapan yang diperlukan dalam pengukuran, termasuk studi pendahuluan, penyiapan form pengukuran, serta sosialisasi dan pelatihan bagi karyawan/pekerja yang akan diukur beban kerjanya.

-          Tahap Pengukuran

Meliputi metode dan cara pengambilan data dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan selama melakukan pengukuran.

-          Tahap Pasca Pengukuran

Setelah pengukuran selesai dilakukan, diperlukan uji dan pengolahan data secara statistik untuk mendapatkan data yang valid dan representatif. Dalam tahap ini dikemukakan pula metode untuk analisis dan interpretasi data pengukuran.

 

INSTRUKTUR

 

Dr. Ir. Joko Siswanto, MPA dan Tim

Kelompok Keahlian Manajemen Industri ITB

Jl. Ganeca 10 Bandung 40132

E-mail: j.siswanto@ti.itb.ac.id



joined training



Implementasi MSDM-BK: Penyusunan Kamus Kompetensi, Kebutuhan Kompetensi jabatan dan Perhitungan Competency Level Index (CLI)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2017-11-08 : 2017-11-10 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera Bandung / Dilihat : 141 kali

Latar Belakang

Setiap organisasi perusahaan perlu membangun SDM yang profesional dan berkompetensi tinggi yang dapat menjadi sumber keunggulan perusahaan sekaligus sebagai pendukung daya saing perusahaan dalam memasuki era globalisasi. Sesuai dengan perubahan pasar global, setiap pegawai organisasi perusahaan unggul perlu memiliki kompetensi yang tinggi sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pekerjaannya.

 

Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) atau Competency Based Human Resource Management (CB-HRM) menawarkan pendekatan baru yang dapat menerjemahkan visi dan misi perusahaan menjadi kebutuhan kompetensi perusahaan ke dalam kebutuhan kompetensi jabatan dan kebutuhan kompetensi individu (pegawai). Dengan pendekatan MSDM-BK ini banyak fungsi Manajemen SDM yang semula sulit untuk dilakukan, menjadi lebih mudah dan praktis, seperti analisis kebutuhan pelatihan penjenjangan dan kebutuhan pelatihan individu, penyusunan jalur karir, rencana karir pegawai, pengelompokan/penyederhanaan jabatan, dsb. yang semuanya disusun berdasarkan tingkat kebutuhan kompetensi.

 

Sehubungan dengan hal tersebut, jajaran manajemen dan para tenaga ahli profesional/spesialis fungsi sumber daya manusia perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat mengimplementasikan konsep MSDM-BK di lingkungan organisasi perusahaan.

 

 

Tujuan Pelatihan

1.      Memperluas wawasan para peserta tentang konsep Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) atau Competency Based Human Resource Management (CB-HRM) dalam kaitannya dengan Manajemen SDM Perusahan.

2.      Memberikan pengetahuan dan cara menyusun direktori kompetensi (kamus kompetensi), baik soft kompetensi maupun hard kompetensi/kompetensi bidang

3.      Memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada para peserta tentang konsep dan metoda penyusunan kebutuhan kompetensi jabatan (job profile) yang dibutuhkan suatu posisi jabatan.

 

 

Metoda Pelatihan

Instruktur dalam pelatihan ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Untuk itu pelatihan ini menuntut partisipasi aktif dari para peserta baik dalam diskusi, kerja kelompok, maupun presentasi. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 50% dari waktu yang tersedia, selebihnya untuk praktek pengukuran kompetensi (jabatan dan individu), diskusi dan kerja kelompok.

 

Para peserta (kelompok peserta) dari unit organisasi perusahaan akan mendapatkan manfaat maksimal jika mempersiapkan diri dengan membawa contoh-contoh uraian jabatan (job description) dari unit organisasi masing-masing sebagai bahan latihan dan diskusi.

 

 

Materi dan Sasaran

1.      Pengantar Manajemen SDM Berbasis Kompetensi (MSDM-BK): memberikan pemahaman tentang historis konsep dan praktek Manajemen SDM Berbasis Kompetensi secara mendalam, serta perbedaanya dengan konsep dan praktek manajemen SDM konvensional.

2.      Konsep Kompetensi: memberikan penjelasan dan uraian berbagai konsep kompetensi dan bagian-bagian utamanya, berikut dengan aplikasinya dalam MSDM-BK.

3.      “Kompetensi Inti” dan “Kompetensi Pendukung” Organisasi: memberikan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengidentifikasikan kompetensi “inti” dan kompetensi “pendukung” untuk suatu organisasi termasuk kompetensi bidang (hard competency).

4.      Kebutuhan Kompetensi Jabatan (job profile): menjelaskan konsep dan memberikan ketrampilan yang diperlukan untuk menyusun dokumen kebutuhan kompetensi jabatan (job profile).

5.      Metoda Validasi Kebutuhan Kompetensi Jabatan: menjelaskan metoda dan proses validasi kompetensi yang dibutuhkan posisi jabatan.

6.      Aplikasi kebutuhan kompetensi jabatan (job profile): memberikan pengetahuan pemakaian profil jabatan untuk praktek manajemen SDM.

7.      Pengembangan Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi: menjelaskan dan mendemonstrasikan aplikasi dan instrumen MSDM-BK yang dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan kompetensi jabatan dan hasil pengukuran kompetensi individu.

 

 

Hasil Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan dihasilkan:

1.      Perluasan wawasan konsep Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) atau Competency Based Human Resource Management (CB-HRM) dalam kaitannya dengan Manajemen SDM Perusahan.

2.      Pengetahuan cara menyusun direktori kompetensi (kamus kompetensi), baik soft kompetensi maupun hard kompetensi/kompetensi bidang

3.      Pemahaman yang menyeluruh tentang konsep dan metoda penyusunan  kebutuhan kompetensi jabatan (job profile) yang dibutuhkan suatu posisi jabatan.





joined training



Analisis Beban Kerja dan Perhitungan Kebutuhan Jumlah SDM (Human Resource Planning)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2017-11-22 : 2017-11-24 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera Bandung / Dilihat : 131 kali

atar Belakang

 

Krisis keuangan global yang melanda diberbagai belahan dunia, berdampak pada sektor perekonomian di sejumlah negara. Bagaimana strategi yang tepat dalam menyikapi krisis global untuk memenuhi perencanaan kebutuhan SDM?  Persaingan dunia usaha meningkat sedemikian rupa, sehingga hanya organisasi bisnis yang mampu beroperasi secara efisienlah yang dapat bertahan dan berkembang. Selain tuntutan agar setidaknya mampu bertahan atau bahkan berkembang dalam persaingan, efisiensi organisasi bisnis juga merupakan syarat mutlak bagi usaha untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Efisiensi ini dapat dicapai dengan pemanfaatan sumber daya (resources) yang dimiliki oleh perusahaan secara optimal, termasuk didalamnya Sumber Daya Manusia (SDM). Sehubungan dengan optimalisasi pemanfaatan sumber daya manusia (SDM), diperlukan Perencanaan SDM (Human Resource Planning) yang baik.

 

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan, pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan para praktisi dan manajemen untuk dapat melakukan pengukuran dan analisis beban kerja baik fisik maupun mental sehingga efisiensi organisasi bisnis perusahaan dapat meningkatkan kinerjanya.

 

Tujuan

  1. Memberikan pemahaman menyeluruh tentang Perencanaan SDM (Human Resource Planning) baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
  2. Memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang konsep beban kerja dan jenis-jenis beban kerja yang mungkin muncul dalam suatu aktivitas pekerjaan dan organisasi perusahaan.
  3. Memberikan keterampilan dan contoh-contoh yang diperlukan dalam melakukan pengukuran dan analisa baik beban kerja mental maupun fisik.
  4. Memberikan pemahaman, pengetahuan dan ketrampilan dalam menentukan kebutuhan jumlah SDM yang dibutuhkan organisasi perusahaan secara efektif dan efisien.

                    

Metoda

Pelatihan akan dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi teori (40%) dan contoh/studi kasus berupa aplikasi metode pengukuran beban kerja (60%).

 

Materi PELATIHAN

1.                 Perencaaan SDM dan Konsep Beban Kerja

SDM perlu direncanakan sejalan dengan visi, misi, dan budaya yang ingin dibangun serta strategi bisnis perusahaan. Keselarasan semua ini menjadi kunci, untuk itu secara kuantitatif analisis beban kerja perlu dilakukan agar biaya operasi perusahaan selalu optimal.  Beban kerja merupakan konsekuensi dari pelaksanaan aktivitas organisasi yang diberikan kepada seseorang/pekerja. Aktivitas seseorang pada dasarnya dapat dibedakan antara aktivitas fisik dan aktivitas mental. Dalam praktek, beban kerja yang dijumpai merupakan kombinasi antara beban kerja fisik dan beban kerja mental. Hal ini mudah dipahami karena pada dasarnya semua aktivitas merupakan kombinasi dari aktivitas fisik dan aktivitas mental, dengan salah satu aktivitas yang lebih dominan dibandingkan dengan aktivitas yang lainnya.

 

Pekerja dalam suatu perusahan pada dasarnya dapat dibedakan atas tenaga kerja langsung (blue collar worker) dan tenaga kerja tidak langsung (white collar worker) misalnya tenaga kerja pada level manajerial. Untuk mengukur beban kerja pada kedua jenis tenaga kerja di atas diperlukan metode pengukuran beban kerja yang berbeda. Selain itu, dalam materi ini dibahas pula konsep waktu kerja berkaitan dengan beban kerja.

           

2.                 Beban kerja mental

 

Beban kerja mental relatif lebih sulit untuk dilakukan dan dikuantifikasi dibandingkan dengan beban kerja fisik. Hal ini dikarenakan beban kerja mental lebih menyangkut pada hal psikologis yang seringkali susah diamati. Namun beberapa metode untuk mengukur beban kerja mental telah mulai dikembangkan pada beberapa tahun terakhir. Metode untuk mengukur beban kerja mental dapat diklasifikasikan atas metode obyektif dan metode subyektif. Dalam metode obyektif, beban kerja mental diukur dengan melihat berbagai kriteria fisiologis pekerja. Sedangkan dalam metode subyektif, pengukuran beban kerja mental didasarkan pada persepsi pekerja dengan justifikasi pengukuran. Dalam pelatihan ini akan dibahas metode pengukuran beban kerja mental baik secara obyektif maupun subyektif. Beberapa metode pengukuran beban kerja mental subyektif yang akan dibahas dalam pelatihan ini diantaranya metoda SWAT dan NASA TLX.

 

3.                 Beban kerja fisik

 

Konsep beban kerja fisik pertama kali dikemukakan oleh Frederick W. Taylor. Beban kerja fisik ditimbulkan oleh pekerjaan yang didominasi oleh aktivitas fisik. Beban kerja fisik relatif lebih mudah diukur untuk tenaga kerja langsung karena adanya output yang mudah terukur. Namun pengukuran beban kerja fisik dapat pula diterapkan untuk tenaga kerja tidak langsung dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Dalam materi ini akan dijelaskan penggunaan formulir-formulir yang diperlukan dalam pengukuran sampai dengan interpretasi hasil pengukuran. Aplikasi pengukuran beban kerja fisik di beberapa perusahaan akan disajikan di bagian akhir sebagai studi kasus dan latihan.

 

 

 

4.                 Langkah-langkah implementasi

Dalam sesi ini akan didiskusikan langkah-langkah yang diperlukan dan harus dilakukan dalam implementasi pengukuran beban kerja.

Langkah-langkah yang dimaksud adalah:

-         Langkah/tahap Pra Pengukuran

Meliputi semua persiapan yang diperlukan dalam pengukuran, termasuk studi pendahuluan, penyiapan form pengukuran, serta sosialisasi dan pelatihan bagi karyawan/pekerja yang akan diukur beban kerjanya.

-          Tahap Pengukuran

Meliputi metode dan cara pengambilan data dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan selama melakukan pengukuran.

-          Tahap Pasca Pengukuran

Setelah pengukuran selesai dilakukan, diperlukan uji dan pengolahan data secara statistik untuk mendapatkan data yang valid dan representatif. Dalam tahap ini dikemukakan pula metode untuk analisis dan interpretasi data pengukuran.

 

INSTRUKTUR

 

Dr. Ir. Joko Siswanto, MPA dan Tim

Kelompok Keahlian Manajemen Industri ITB

Jl. Ganeca 10 Bandung 40132

E-mail: j.siswanto@ti.itb.ac.id



joined training



Implementasi Manajemen Talenta

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2017-04-05 : 2017-04-07 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera Bandung / Dilihat : 92 kali

Latar Belakang

Manusia dapat menjadi sumber keunggulan bersaing perusahaan yang berkelanjutan dalam menjalankan roda organisasi. Pencapaian tujuan organisasi bertumpu pada kemampuan masing-masing anggota organisasi yang saling bersinergi satu sama lain. Manajemen Talenta (Talent Management) merupakan bagian dari Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi, yang berfungsi untuk menyiapkan kader-kader pimpinan dan manajer professional melalui proses mengembangkan pegawai.

Sistem Manajemen Talenta perlu diimplementasikan agar dapat dipetakan potensi sumber daya manusia yang dimiliki organisasi saat ini sehingga dapat diselaraskan dengan kebutuhan pencapaian tujuan organisasi, yang tertuang dalam visi, misi, tujuan, dan strategi organisasi.

Keselarasan tersebut diperoleh melalui identifikasi gap antara kompetensi individu pegawai dengan kebutuhan kompetensi jabatan yang telah diproyeksikan. Kebutuhan kompetensi jabatan dirumuskan berdasarkan visi, misi, tujuan dan proses bisnis organisasi, sedangkan strategi organisasi dituangkan ke dalam Sistem Manajemen Kinerja pegawai. Oleh karena itu, proses utama dalam manajemen talenta adalah asesmen kompetensi dan pengukuran kinerja pegawai. Hasil asesmen kompetensi dan pengukuran kinerja pegawai digunakan untuk membangun talen  pool sebagai landasan pengembangan pegawai sehingga tidak saja dapat memenuhi kebutuhan jabatan saat ini dan maupun masa depan sesuai dengan jalur karir perusahaan dan rencana suksesi masing-masing individu pegawai.

Sistem manajemen talenta erat kaitannya dengan beberapa sistem manajemen SDM lainnya, seperti penyusunan kamus kompetensi dan kebutuhan kompetensi jabatan, asesmen kompetensi individu, sistem manajemen kinerja, sistem manajemen karir, rekrutmen dan seleksi, serta berujung pada sistem kompensasi. Penyusunan kamus kompetensi dan kebutuhan kompetensi jabatan digunakan sebagai dasar dari pengukuran kompetensi individu dan identifikasi gap kompetensi, sedangkan sistem manajemen karir digunakan sebagai dasar penggolongan pegawai berdasarkan pencapaian kinerja pada periode terakhir. Jalur karir dan rencana suksesi, yang merupakan bagian dari sistem manajemen karir, diperlukan untuk menentukan arah rotasi dan promosi pegawai yang tergolong bertalenta (berpotensi dan berkinerja baik). 

Sistem Manajemen Talenta memungkinkan organisasi untuk menempatkan orang yang tepat, pada posisi yang tepat, di waktu yang tepat, dan dengan strategi yang tepat pula.


Tujuan

Lokakarya ini bertujuan untuk :

  1. Melakukan proses identifikasi, seleksi, pengembangan, dan mempertahankan para karyawan yang memiliki kompetensi dan kinerja yang unggul.
  2. Mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan yang berkualitas tinggi sebagai kader pengganti pemegang jabatan pimpinan dan manajemen posisi-posisi kunci yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan organisasi.
  3. Melakukan klasifikasi dan investasi pada karyawan berdasarkan realisasi dan potensi kontribusinya pada kinerja organisasi.

Bila sebuah organisasi berkomitmen untuk mencapai keunggulannya berdasarkan ketiga hal diatas, maka organisasi tersebut harus mengembangkan proses pengelolaan SDM yang mampu menghubungkan seluruh elemen utama perencanaan SDM dan kemudian menyambungkannya dengan strategi, kebijakan, dan rencana kegiatan.


 PESERTA

Manajer dan Staf ahli bidang SDM yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengembangan dan pengimplementasian Sistem Manajemen Talenta. Manajer lini yang ingin dan ditugaskan mengembangkan ”penerusnya” juga penting dan akan banyak mendapatkan manfaat sangat besar jika mengikuti pelatihan. Bagi peserta yang belum mengenal Manajemen SDM-Berbasis Kompetensi dapat mengikuti Lokakarya ini karena akan diberikan review tentang MSDM-BK. Peserta yang telah mengikuti Lokakarya MSDM-BK sebelumnya akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, khususnya berkaitan dengan Implementasi Sistem Manajemen Talenta.


 Metoda

Instruktur dalam lokakarya ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 60% dari waktu yang tersedia, selebihnya 40% dari waktu akan digunakan untuk diskusi, latihan penyusunan sistem manajemen karir berbasis kompetensi.



joined training



Perencanaan dan Pengembangan Organisasi Perusahaan (Seri Pengembangan Organisasi)

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2017-04-19 : 2017-04-21 / Tempat : Hotel Arya Duta Jalan Sumatera Bandung / Dilihat : 100 kali




joined training



Pengembangan Alat Ukur Asesmen Kompetensi Individu

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2017-08-09 : 2017-08-11 / Tempat : Arya duta Hotel Jalan Sumatera 51 Bandung / Dilihat : 69 kali




joined training



Psikologi Untuk Manajer Non Psikologi

share Fasilitator : Dr. Ir. Joko Siswanto. MPA / Tanggal Pelatihan : 2017-12-06 : 2017-12-08 / Tempat : Arya duta Hotel Jalan Sumatera 51 Bandung / Dilihat : 66 kali




joined training


   
       Klien Kami
 


Download
 
  • Artikel Download (White Papers)
  • Jadwal Pelatihan 2016

    Silabus:
  • Audit Manajemen SDM
  • Strategic Human Resource Management
  • Kompensasi Berbasis
    Kompetensi
  • Asesmen Efektivitas
    Organisasi
  • Competency Level Index
  • Analisis Beban Kerja
  • Manajemen Talenta
  • Pengembangan Organisasi
  • Sistem Manajemen Kinerja
  • Kompetensi Berwirausaha
    dan Purnabakti
  • Psikologi untuk Non Psikolog
  • Asesmen Kompetensi
    Individu
  • Manajemen Karir
  • Competency Based Training
  • Return on Training
    Investment

    Deskripsi Produk:
  • Digital Competency
    Assessment Center
  • Manajemen SDM Berbasis Kompetensi
     





    ©2004-2014 PT Aplikasi Sistem Bisnis